Berita  

[Update] Pembukaan PKA 8 Berlangsung Meriah, Menteri PMK Tidak Hadir

Banda Aceh — Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 resmi dimulai setelah dibuka pada Sabtu malam (4/11/2023) di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.

Kegiatan yang digelar 4-12 November itu dibuka bersama-sama dengan perwakilan Menteri PMK.

Sejak pukul 19.00 WIB, pengunjung tampak memadati lokasi utama PKA 8 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.

Pembukaan PKA ke-8 ditandai dengan acara seremonial yang berlangsung meriah dan megah, dihadiri ribuan masyarakat.

Hadir dalam pembukaan tersebut, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi PhD, PhD, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Forkopimda Aceh dan Seluruh Bupati/Wali Kota se-Aceh.

Acara dimulai dengan penyerahan piala bergilir dari Kabupaten Aceh Selatan sebagai juara umum PKA ke-7 tahun 2018, yang diserahkan oleh Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma kepada Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Pembukaan PKA 8 ditandai dengan tumbuk rempah dalam lesung rapa’i secara simbolis oleh perwakilan Menteri PMK, Pj Gubernur Aceh, Wali Nanggroe beserta Forkopimda.

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyebutkan mengusung tema “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”, PKA kali ini merupakan manifestasi dari dimensi tiga lini masa yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan.

Achmad Marzuki dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa masa lalu mengangkat sisi sejarah jalur rempah dunia, masa kini mengangkat isu kekinian dalam pelestarian, pengembangan dan pemamfaatan kebudayaan.

Serta untuk masa depan adalah sebuah proyeksi untuk mengembalikan kejayaan Aceh dan Nusantara sebagai jalur rempah dunia di masa lalu.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengatakan, PKA meruapakan panggung yang menampilkan dinamika berpolitikan, sosial, budaya dan adat istiadat sejak yang terekam sejak pelaksanaan perdanaa pada tahun 1958.

Selain itu, Marzuki menyebutkan PKA adalah pemikiran perjuangan orang-orang tua dulu yang memberika telatan rajut dan merawat pedamaian melalui kemujaan kebudayaan. Khususnya, peradaban islam di bumi serambi mekkah.

“Bahkan, sejak tahun 1958 PKA menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melindungi, pembina dan mengambarkan sisi baik kebudayaan,” ujar Marzuki

Untuk itu, seiring 65 tahun perjalanan pemerintah Aceh memilih tema “Jalur Rempah” pada PKA ke VIII 2023 dengan tagline “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia”.

“Maka tema ini dipilih dengan pertimbangan maksud dan tujuan dengan isu terkini secara geloba serta terkoneksi dengan visi misi pembangunan daerah nasional,” ujar dia. (Veripay.id)

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan