[Update] Polemik Pemain Diaspora Timnas Indonesia U-17: Antara Harapan dan Kebesaran Bima Sakti Update 2023

Pelatih Bima Sakti saat memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Jerman

Pelatih Bima Sakti saat memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Jerman
Pelatih Bima Sakti saat memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Jerman

Veripay.idPada beberapa waktu lalu, polemik seputar pemanggilan pemain diaspora untuk timnas Indonesia U-17 mencuat ke permukaan. Bima Sakti, pelatih timnas Indonesia U-17, mencoret banyak pemain diaspora yang sebelumnya telah mengikuti seleksi untuk membela Garuda Muda di Piala Dunia U-17.

Keputusan ini menimbulkan berbagai reaksi dari netizen yang mempertanyakan alasan di balik pemutusan tersebut, sementara satu-satunya pemain diaspora yang dipertahankan adalah Welberlieskott de Halim Jardim asal Brasil.

Menurut Bima Sakti, keputusannya ini didasarkan pada ketidaksesuaian antara kemampuan para pemain diaspora dengan video profil yang mereka tunjukkan. Namun, netizen dan penggemar sepak bola di Indonesia berspekulasi bahwa keputusan ini hanyalah sebuah “gimmick” atau trik publisitas tanpa substansi.

Bima Sakti, dalam pembelaannya, hanya memanggil lima pemain dari proses seleksi terbuka, meskipun dia secara langsung mengawasi proses seleksi di 12 kota di Indonesia. Alasan ini tidak cukup memuaskan para pengkritik, yang menyayangkan keputusan ini karena dianggap merugikan potensi dan talenta pemain-pemain diaspora yang bersemangat membela timnas Indonesia.

Meskipun Bima Sakti berjanji bahwa pemain diaspora masih memiliki peluang untuk bergabung dengan timnas Indonesia U-17 di Jerman, hingga saat ini tidak ada tanda-tanda konkret yang menunjukkan adanya pemain diaspora yang akan bergabung.

Meskipun konsultan pelatih timnas Indonesia U-17, Frank Warmouth, dijanjikan akan membantu proses seleksi pemain dari diaspora, belum ada pemain yang resmi bergabung dengan skuad Garuda Muda di Jerman.

Polemik ini menciptakan dilema antara harapan masyarakat dan ekspektasi yang dipegang oleh pelatih timnas Indonesia U-17. Di satu sisi, para penggemar berharap melihat timnas Indonesia U-17 yang kuat dan berpotensi dengan melibatkan pemain-pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di luar negeri.

Namun, di sisi lain, Bima Sakti harus mengambil keputusan yang paling baik untuk mengoptimalkan potensi pemain yang tersedia dan mempersiapkan timnas Indonesia U-17 sebaik mungkin untuk pertandingan Piala Dunia U-17.

Seiring berjalannya waktu, pertanyaan mengenai keputusan Bima Sakti ini mungkin akan dijawab melalui hasil dan performa timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17. Apakah keputusan ini benar-benar bijaksana atau hanya sebuah “gimmick,” hanya waktu yang akan memberikan jawaban.

Satu hal yang pasti, polemik ini telah membuat publik sepak bola Indonesia berspekulasi dan mengikuti perkembangan timnas Indonesia U-17 dengan antusiasme dan harapan tinggi.

Tinggalkan Balasan